25 August 2016

Senyawa



1.   Pengertian Senyawa
Unsur merupakan zat tunggal, yang tidak dapat diuraikan menjadi zat kimia yang lebih sederhana lagi. Gabugan dari dua atau lebih unsur yang bergabung secara kimia dengan perbandingan massa tertentu akan menjadi senyawa yang sifatnya berbeda dengan sifat zat penyusunnya. Misalnya air yang terdiri dari oksigen dan hidrogen yang pada dasarnya berwujud gas namun setelah menjadi senyawa berubah menjadi cairan.
Penguraian senyawa menjadi zat yang lebih sederhana disebut dekomposisi. Ada dua cara dekomposisi yaitu dekomposisi termal dengan menggunakan panas dan dekomposisi elektrolis dengan menggunakan listrik.
2.   Proses Pembentukan Senyawa
a.   Reaksi Unsur dengan Unsur atau Senyawa dengan Senyawa
Reaksi unsur dengan unsur dapat terjadi melalui reaksi pembakaran. Contoh pembakaran magnesium menghasilkan magnesium oksida. Reaksi antara senyawa dengan senyawa misalnya reaksi antara asam dengan basa menghasilkan garam.
b.   Reaksi Unsur dengan Senyawa
Beberapa senyawa terbentuk melalui reaksi antara unsur dengan senyawa. Contoh logam natrium cepat bereaksi dengan air membentuk senyawa NaOH.
3.   Penulisan rumus kimia
Penulisan senyawa dengan mencantumkan jenis dan jumlah unsur yang membentuknya disebut rumus kimia.
nAxByCz
Keterangan:
n             :  Koefisien, yang menunjukkan jumlah molekul senyawa
A, B, C   :  Lambang unsur penyusun senyawa
x, y, z      :  Indeks tiap unsur penyusun, yang menunjukkan banyaknya atom unsur dalam setiap molekul senyawa.
Berikut contoh penulisan rumus senyawa kimia:
a.   H2O berarti dalam 1 molekul air terdapat 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen.
b.   CO2 berarti dalam 1 molekul gas karbondioksida terdapat 1 atom karbon dan 2 atom oksigen.
c.   Jika tertulis rumus kimia senyawa Kalsium hidroksida, adalah 5 Ca (OH)2, berarti terdapat 5 molekul Kalsium hidroksida di mana tiap molekulnya terdiri atas 1 atom Kalsium (Ca), 2 atom Oksigen (O), dan 2 atom Hidrogen (H). Jumlah seluruh atom pada lima molekul Ca(OH)2 adalah 5 (1 + (1 × 2) + (1 × 2)) = 25 atom.
4.   Penamaan Senyawa Biner
a.   Tata nama senyawa biner dari sesama nonlogam
Senyawa biner ialah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsur, misalnya air (H2O), amonia (NH3), dan metana (CH4). Untuk senyawa biner yang terbentuk dari sesama unsur nonlogam diberi nama dengan cara berikut:
-     Menyebutkan jumlah atom unsur pertama dalam bahasa Yunani.
-     Menuliskan nama unsur pertama.
-     Menuliskan jumlah atom unsur ke dua dalam bahasa Yunani.
-     Menyebutkan nama unsur ke dua.
-     Diberi akhiran “ida”
Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka nama senyawa itu dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani:
1 = mono                      6  = heksa
2 = di                           7   = hepta
3 = tri                           8  = okta
4 = tetra                       9   = nona
5 = penta                     10 =  deka
Indeks satu tidak perlu disebutkan, misal: karbonmonoksida (CO), bukan monokarbonmonoksida.
Contoh:
CO2  = karbondioksida                        N2O3 = dinitrogen trioksida
CS2   = karbon disulfida                       CCl4 = karbon tetra klorida
SO3   = belerang trioksida
b.   Tata nama senyawa biner senyawa logam dengan nonlogam
Senyawa yang tersusun dari unsur logam dan nonlogam, maka unsur logam disebutkan terlebih dahulu, kemudian unsur nonlogam serta diberi akhiran “ida”
Nama logam + Nama nonlogam + ida
Contoh:
KBr    = Kalium bromida                      BaCl2 = Barium klorida
NaF    = Natrium fluorida                     MgO = Magnesium oksida
Al2S3  = Aluminium sulfida
5.   Penamaan senyawa asam dan senyawa basa
Semua senyawa yang rumus kimianya diawali dengan atom unsur H harus dinamai dengan awalan asam, kecuali air (H2O) dan Hidrogen peroksida (H2O2).
Contoh:
HI      = Asam iodida
HBr    = Asam bromida
HNO2 = Asam nitrit
Cara penamaan senyawa basa yaitu dengan menyebut nama logamnya lalu diikuti kata “hidroksida”.
Contoh:
LiOH       = Litium hidroksida                         Ca(OH)2  = Kalsium hidroksida
Mg(OH)2 = Magnesium hidroksida                 KOH        = Kalium hidroksida
Ba(OH)2  = Barium hidroksida

No comments:

Post a Comment